Cesar Dapat Menyulitkan Kehamilan Selanjutnya
NEW YORK— Kelahiran cesar (kelahiran lewat perut melalui operasi) pada kehamilan pertama memperlihatkan terjadinya kenaikan resiko komplikasi pada keha-milan berikutnya, para peneliti telah membuktikan.
Dasar dari penemuan ini berasal dari analisis pada 637.497 kehamilan pertama dan kedua yang terdaftar di Norwegia. Dan 242.812 kelahiran pertama, kedua dan ketiga pada wanita yang setidaknya mengalami tiga kali melahirkan.
Menurut sebuah laporan Obstetrics & Gynecology edisi Juni, dibanding wanita yang melahirkan normal dan melahirkan cesar saat anak pertama dan hamil anak kedua akan beresiko dua kali lipat mengalami preeclampsia, ketidak normalan plasenta, dan melahirkan bayi yang kecil.
Tetapi, Dr. Anne Kjertsti Daltveit dari University of Bergen, Norwegia, dan rekan-rekannya menekankan bahwa sejarah kandungan seorang wanita harus dipertimbangkan. Mereka menemukan bahwa kelahiran pertama tidak mengalami komplikasi, menunjukkan resiko pada kehamilan kedua sedikit menurun.
Apabila kelahiran pertama dan kedua secara cesar, resiko komplikasi pada kehamilan ketiga akan meningkat, tetapi rintangannya sama dengan yang terlihat saat bedah cesar sebelumnya, jelas laporan tersebut.
“Kenaikan resiko komplikasi setelah kelahiran dengan operasi cesar mungkin disebabkan karena operasi cesar itu sendiri,” tulis para peneliti. Sebaliknya, mereka menjelaskan, ini mungkin hanya merupakan sebab-sebab untuk menunjukkan bahwa kelahiran dengan bedah cesar pertama mungkin terjadi juga pada kehamilan berikutnya, karena itu perlu mempertimbangkan komplikasi-komplikasi yang nampak. (rtr/tnm)

